
UN Merupakan Salah Satu Factor Penghambat
UN Merupakan Salah Satu Factor Penghambat
Mengapa saya katakan bahwa UN(ujian nasional) merupakan salah satu factor penghambat? Sebab kita tahu bahwa UN adalah gerbang terakhir yang harus kita lalui untuk menuju ke- jenjang berikutnya, dan mengapa untuk kita meranjak melalui gerbang terakhir atau kejenjang berikutnya harus melaksanakan UN selama tiga hari?
Saya yakin pasti dibagian kalangan bawah atau kalangan awam yang kan bahwa pemerintah telah melanggar (HAM) hak asasi manusia
Cara-cara seperti ini akan membuat konflik-konflik atau masaltak mengerti betul tentang dilaksanakan UN selama tiga hari inipasti bertanya, “mengapa untuk melaksanakan UN hanya butuh tiga hari demi untuk menentukan mereka apakah mereka berhasil melangkah ke-jenjang yang berikutnya ataukah mereka gagal dalam meranjak atau melangkah kejenjang yang berikutnya, tidakah satuminggu dalam menentukan mereka meranjak ke- tahap atau jenjang berikutnya, sebab UN yang menentukan mereka dalam bergerak dari tahap bawah ketahap atas
Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua mengapa pemerintah menambah atau mengikut sertakan mata pelajaran IPA pada UN, sedangkan dengan adanya atau dengan dilaksanakannya mata pelajaran dari: matematika, bahasa Indonesia, bahasa asing atau bahasa inggris. Siswa masi belum mampu untuk menaklukan atau melalui nya untuk dapat melalui gerbang terakhir(UN).
Menurut tanggapan saya kalau dilihat tindakan-tindakan dari pemerintah dalam menentukan dan melaksanakan tugas-tugasnya ini bukanya membuat siswa lolos ketahap yang berikutnya melainkan membuat siswa gagal dalam melanjutkan sekolah ketahap yang berikutnya, dengan demikian tindakan-tindakan dari pemerintah tidak sadar maupun sadar mereka telah menambah jumlah pengangguran.
Masala-masalah yang membuat siswa sering tertekan dalam melaksanakan UN(ujian nasional) adalah nilai-nilai ujian nasional dari tahun ketahun berubah-ubah hingga sekarang pada tahun 2008 nilai kelulusan atau standar kompotesi ujian nasional (SKUN) menjadi 5,25 dike-empat matapelajaran.
Bila tidak dikontrol sistim perubahan-perubahan nilai dari tahun ketahun maka bisa jadi nilai kelulusan pada tahun yang akan datang menjadi (8,) delapan koma, ini sangat mengherankan bagi Negara yang masi berkembang seperti kita, bisa jadi ada tanggapan atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari Negara lain terhadap kita entah itu pertanyaan-pertanyaan atau tanggapan yang membuat kita tersinggung ataupun tanggapan yang membangun kita dalam memperbaiki sistim pengaturan-pengaturan yang mungkin salah menurut tanggapan mereka.
Nilai-nilai yang dinaikan atau diubah-ubahkan oleh pemerintah(BNSP) badan standar nasional pendidikan ini tidak memandang atau melihat perkembangan-perkembangan yang terjadi pada siswa dari tahun ketahun, apakah mutu dari pada siswa atau potensi-potensi pada para sisiwa telah semakin bertambah karena dengan adanya kenaikan atau perubahan-perubahan nilai yang dibuat oleh pemerintah dari tahun ketahun? ini perludipikirkan atau diperhatikan.
Jangan karena perkembangan eraglobalisasi membuat sehingga pemerintah menetapkan dan melaksanaka tugas-tugasnya dalam menjalankan UN sesuai dengan eraglobalisasi dan tidak memikirkan tulang- punggung
bangsa yang masi ketinggalan atau dibilang mutu dan potensi masi sangat mini.
Kalau pemerintah terusmengikuti erahglobalisasi dan menetapkang perkembangan erahglobalisasi ini akan membuat dampak negative bagi siswa, siswa takmampu untuk menyamakan atau mengimbangi keadaannya dengan perkembangan eraglobalisasi, sehingga pemerintah yang memaksa agar siswa harus dapat mengimbanginya atau harus mencapainya walaupun dengan cara-cara yang tak kelihatan dapat diungkapah yang terus terjadi dalam kehidupan kita entah itu masalah-masalah tentang jumlah pengangguran yang semakin banyak, pencurian, ataupun hal-hal criminal yang lainya, bisa jadi ini dikarenakan karena tidak berhasil melanjutkan sekolah ketahap yang atas karena malu mengulang kelas, sehingga banyaklah pengangguran yang terjadi, ujung-ujungnya pasti merepotkan pemerintah
penulis : siswa (sma kap)
otniel tipagau
Label: javascript:void(0)


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda